Minibus Tour – Kisah dari Bantaran Sungai Pakuan – 23 November 2024
Rp 609.000
Pada tahun 1863 di bantaran sungai Ciaruteun, anak sungai Cisadane, ditemukan sebuah batu besar dengan ukiran aksara huruf pallawa. Batu tersebut kelak kita kenal sebagai Prasasti Ciaruteun. Penemuan ini membuka wawasan Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perkumpulan Ilmu Pengetahuan Hindia Belanda) tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara pada abad 4 sampai 7 Masehi. Dalam prasasti tersebut juga terdapat telapak kaki Purnawarman, raja Tarumanegara yang ditulis sebagai raja yang gagah berani dan merupakan penjelamaan dewa Wisnu.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, ada situs cagar budaya sejarah yang berupa perbukitan yang dihuni oleh manusia masa logam awal. Di sini ditemukan alat-alat dan benda-benda yang digunakan oleh manusia purba pada masa prasejarah, lalu artefak berupa alat pertanian yang digunakan untuk mendukung kegiatan agraris. Bukit ini juga menjadi saksi sejarah perang dunia kedua dengan ditemukannya parit-parit yang digunakan Belanda sebagai pertahanan militer saat pertempuran melawan tentara Jepang. Di sekitar museum tersebut juga terdapat Monumen Peringatan Tjianten di Leuwiliang untuk memperingati pasukan Jepang yang gugur saat menghadapi tentara Sekutu.
Ratusan tahun yang lalu, daerah Kabupaten Bogor ini banyak dikuasai oleh tuan tanah dari keluarga Van Motman sebagai tanah partikelir. Dalam perjalanan ini kita juga akan mengunjungi Landhuis dari keluarga Van Motman di Dramaga. Landhuis ini dibangun sebagai rumah bagi seorang pejabat VOC yang adalah residen Priangan yang pertama, yaitu Gerrit Willem Casimir Van Motman. Landhuis ini adalah tempat peristirahatan yang strategis karena lokasinya yang dekat dengan alam dan tanah perkebunan keluarga. Kemudian kita juga berkunjung ke Mausoleum Van Motman sebagai tempat peristirahatan terakhir beberapa generasi keluarga Van Motman yang terletak di Desa Sibanteng.
Mari berpetualang ke daerah Kabupaten Bogor yang punya nilai sejarah besar dari awal peradaban di daerah tanah Sunda di hari Sabtu tanggal 23 November 2024. Tandai kalendermu untuk menjelajah bersama kami. Dapatkan detail lebih lanjut dan daftarkan diri anda melalui link in bio kami.