Walking Tour – Keluarga Dari Tamboen (Tambun & Bekasi Area) – 12 April 2026
Telah ada peradaban di wilayah Bekasi sejak masa Kerajaan Tarumanegara. Daerah ini berkaitan dengan Sungai Chandrabaga yang disebutkan dalam Prasasti Tugu, peninggalan Raja Purnawarman. Sungai ini bukan sekadar jalur air, melainkan nadi kehidupan yang membentuk permukiman, perdagangan, dan pertahanan. Dalam perjalanan waktu, Bekasi berkembang menjadi wilayah penyangga Batavia dan berulang kali menjadi medan pertempuran, terutama pada masa revolusi kemerdekaan yang dikenal dalam rangkaian peristiwa Karawang–Bekasi.
Dalam petualangan ini, kita akan menelusuri jejak perjuangan rakyat Bekasi yang dipimpin oleh tokoh-tokoh termasuk juga KH Noer Ali & M. Hasibuan, tokoh pejuang yang namanya kini diabadikan sebagai nama alun-alun dan masjid di pusat kota. Bekasi di masa revolusi kemerdekaan menjadi medan perlawanan yang aktif, di mana sungai, jalan, dan kampung menjadi saksi pertempuran melawan kembalinya kekuasaan kolonial.
Perjalanan ini juga akan menjelajahi ke wilayah sekitar Stasiun Tambun, tepatnya ke Gedung Juang Tambun. Gedung dengan arsitektur indah ini adalah rumah landhuis dari keluarga tuan tanah kaya di Bekasi, Keluarga Khouw. Keluarga Khouw adalah keluarga berpengaruh di Batavia dan Bekasi. Khouw Tian Sek, kakek dari Mayor Tionghoa terakhir di Batavia Khouw Kim An, membeli tanah partikelir (privat) di Tambun di tahun 1841. Tanah partikel Tambun adalah yang terbesar ketiga secara wilayah di Bekasi dan banyak terdapat budidaya tanaman padi, kacang-kacangan, kelapa dan karet. Di tahun 1941, Keluarga besar Khouw van Tamboen ini sempat merayakan 100 tahun kepemilikan tanah partikel di Tamboen ini, beberapa bulan sebelum Jepang masuk ke Indonesia dan menyita tanah mereka.
Mari tandai kalendermu untuk tanggal perjalanannya dan daftarkan dirimu melalui link di bio atau website kami (walkindies.com). Mari berpetualang sejarah di Bekasi dan Tambun bersama Walk Indies.
Reviews
There are no reviews yet.