Walking Tour – Tanah Dua Belas Marga (Depok Lama) – 6 September 2025
Rp 249.000
*Pengumuman: Telah dibuka untuk slot group jam 08:45 WIB. Terima kasih.
Di akhir abad ke 17, tuan tanah kaya bernama Cornelis Chastelein membeli tanah sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Batavia. Ia menyingkir dari hiruk pikuk kota dalam benteng karena pertentangan moral dan politik dengan elite. Di tanah yang kelak bernama Depok ini ia membawa pula budak-budak yang beberapa di antaranya berasal dari Maluku, Sunda, Bali, Mardjikers untuk bekerja di perkebunan.
Peraturan VOC di masa itu menyatakan bahwa budak-budak dapat dimerdekakan bila mereka memeluk agama Protestan. Untuk memerdekakan budak-budaknya kelak, mereka menjadi pemeluk Protestan (ada pula yang tadi beragama Katolik Roma) dan menjadi salah satu jemaat Protestan orang Indonesia asli yang terawal. Pada saat Chastelein meninggal, ia mewasiatkan memberi tanah komunal kepada keluarga budaknya dan membebaskan mereka. Kelak ada dua belas marga dari turunan budak yang merdeka ini yang mengurus tanah-tanah warisan ini di Depok dengan sistem presidium.
Di Depok Lama, daerah Jalan Pemuda masih banyak terdapat bangunan cagar budaya peninggalan dua belas marga orang Depok, seperti tugu Chastelein, bekas rumah Presiden Depok, bekas sekolah ELS (Europeschee Lagere School), gedung gereja GPIB Immanuel Depok yang sudah berdiri secara permanen sejak 1854. Perjalanan kali ini akan berakhir di satu kafe milik keluarga Depok (Tante Thea Snoephuis) di rumah tempo dulu yang menyajikan kudapan nostalgia.
Mari jelajahi kawasan bersejarah di Depok bersama WALK INDIES. Reservasi via link di profile bio Instagram atau website walkindies.com
Reviews
There are no reviews yet.