Walking Tour – Serpong Damai dan Palagan Lengkong (Serpong Part I) – 14 Desember 2025

Ketika mendengar nama Serpong, yang terlintas di benak banyak orang mungkin kawasan perumahan modern yang lengkap dengan gedung-gedung perkantoran yang hijau, fasiltas umum, pusat perbelanjaan besar, dan jalan boulevard yang lebar. Namun di balik wajah futuristik itu, tanah Serpong menyimpan kisah masa lalu yang sarat sejarah dari masa kolonial Belanda hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Perjalanan akan dimulai dari Stasiun Cisauk yang dibangun oleh perusahaan kereta api pemerintah kolonial (Staatsspoorwegen) pada tahun 1901. Sekarang stasiun, yang berada di jalur Tanah Abang – Rangkasbitung, ini sudah diremajakan dan terintegrasi dengan perumahan bertingkat, terminal shuttle bus, dan pasar modern Intermoda.  Asal kata dari Cisauk sendiri menurut tradisi berasal dari “Cai Siuk” yang berarti air yang dapat disiduk (sumur-sumur dangkal). Tidak jauh dari stasiun terdapat rumah kolonial yang terbengkalai dan memiliki misteri tentang keberadaannya dan hubungannya dengan kontrolir perkebunan dan gudang senjata masa perang kemerdekaan. Adapula sebuah klenteng yang dedikasikan untuk Dewi Welas Asih di dekatnya.

Stasiun Cisauk terletak di dekat perumahan Bumi Serpong Damai, kompleks perumahan terpadu yang terluas di Indonesia dengan luas lahan 6.000 hektar dan pembangunan masih terus berlanjut. Dahulu mayoritas daerah ini adalah lahan hutan karet dan dibelah oleh Sungai Cisadane yang bermata air di Gunung Salak. Di masa VOC, bahkan terdapat benteng di daerah ini yang disebut Fort Sampora. Di sini kita akan mendengarkan cerita tentang masa lalu kawasan dan melihat perkembangannya sekarang di daerah komersial hijau yang terdapat kantor-kantor perusahaan besar seperti Unilever, Traveloka, dan Sinar Mas.

Dahulu banyak terdapat rumah kontrolir perkebunan di daerah Serpong dan sekitarnya temasuk Lengkong. Di daerah Lengkong Timur yang sekarang masuk dalam wilayah Bumi Serpong Damai, masih terdapat rumah kontrolir tersebut. Rumah ini menjadi saksi sejarah karena di sini lah lokasi pelucutan senjata tentara Jepang yang berakhir tragis. Para prajurit muda sebanyak 36 orang termasuk Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan Taruna Soejono Djojohadikoesoemo meninggal dalam baku tembak dengan tentara Jepang di tanggal 25 Januari 1946. Letnan Soebianto dan Taruna Soejono yang tewas adalah paman dari Presiden Prabowo Soebianto. Mereka semua berasal dari Akademi Militer Tangerang. Kita akan mendengarkan kisah hidup tentang para pejuang muda ini yang nama-namanya diabadikan menjadi nama jalan di Tangerang.

Mari berpetulang ke daerah Cisauk, Sampora, dan Lengkong dalam program Serpong Part 01 yang diberi judul “Serpong Damai & Palagan Lengkong”. Daftarkan dirimu melalui website walkindies.com atau link di Instagram profile bio.

This product is currently out of stock and unavailable.

Description

Tour Date
Minggu, 14 Desember 2025
Group Jam 08:15 WIB
PRICE
PRESALE
Rp 210,000/pax
RSVP hingga 11 Desember 2025
NORMAL
Rp 240,000/pax
Duration
±3,5 jam
Distance
±4km Walking Tour & Taxi

HIGHLIGHTS

.

Mengunjungi Stasiun Cisauk dan integrasi terpadu kawasan

Mengunjungi Rumah kolonial Cisauk

Mengunjungi Vihara Sobhita Tridharma

Mengunjungi kawasan komersial hijau The Breeze BSD 

Mengunjungi Monumen Palagan Lengkong dan rumah kontrolir Lengkong Timur

Napak tilas kisah perjuangan Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo, dan Soejono Djojohadikoesoemo.

INCLUSIONS

Guide bersertifikasi

Air mineral  

Pocket map, kipas dan postcard

Taxi Fare/perpindahan kendaraan

Tiket Masuk/Perizinan

 

EXCLUSIONS

Pengeluaran Pribadi

Travel Insurance

Transportasi kembali ke meeting point

TERMS & CONDITIONS

.

Tur akan tetap dilaksanakan baik dalam kondisi cerah maupun hujan.

Tur akan dibawakan dalam Bahasa Indonesia.

Kami menyarankan untuk membawa perlengkapan tambahan seperti sunblock, payung, jaket hujan dan perlengkapan pribadi lainnya.

Mohon menjaga barang pribadi yang menjadi tanggung jawab masing-masing, segala bentuk kehilangan bukan menjadi tanggung jawab penyelenggara.

Tour ini tidak direkomendasikan / cocok untuk kursi roda dan kereta bayi.

Wanita yang sedang hamil diharapkan untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu.

 

RESHEDULE & REFUND POLICY

Tour tidak dapat direfund kecuali ada pembatalan dari pihak WALK INDIES.

Tur hanya akan dibatalkan jika tidak mencapai minimal peserta, dengan begitu biaya tur akan dikembalikan sepenuhnya.

Itinerary dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi dan kondisi di lapangan.

Tour dapat direschedule secara free/gratis paling lambat konfirmasi 10 hari sebelum tanggal tour

Jika dalam kurun waktu kurang dari 10 hari sebelum tanggal tour sampai 1X24 jam, peserta ingin direschedule, dikenakan biaya reschedule sebesar IDR 125.000/orang.

Jika kurang dari 1X24 jam sebelum tanggal tour, peserta ingin direschedule dianggap melakukan pembelian baru (tidak dapat direschedule).

MEETING POINT

Stasiun Cisauk

Meeting Point: Stasiun Cisauk

FINISHING POINT

Monumen Palagan Lengkong

Finish Point: Monumen Palagan Lengkong

Additional information

Slot

Group A Jam 08:15 WIB, Group B Jam 08:15 WIB, Group C Jam 09:00 WIB

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Walking Tour – Serpong Damai dan Palagan Lengkong (Serpong Part I) – 14 Desember 2025”

Your email address will not be published. Required fields are marked *