Sale

Walking & Private Angkot Tour – Benteng di Antjol – 19 Juli 2026

Original price was: Rp 309.000.Current price is: Rp 279.000.

Pengumuman: Telah dibuka tour yang sama ditanggal 23 Agustus 2026.  Klik link di sini.  Terima kasih
Di awal abad ke 20, pemerintah kolonial mengkonsolidasikan sistem pertahanan garis pantai di Jawa untuk mengantisipasi adanya serangan musuh dari laut.  Perang Dunia pertama membuat pemerintah menyadari perlunya reformasi dalam sistem pertahanan kolonial. Dibangunlah pos pertahanan beton di Ancol berbentuk bunker (kamezat) di dekade 1920an. Benteng baru ini berbeda sama sekali dengan benteng lama yang juga pernah ada di Ancol dari abad ke 17 yang disebut Fort Zoutelande. Fort Zoutelande ini awalnya berperan untuk mengontrol lalu lintas di kanal Ancol. Benteng tersebut juga berperan dalam pertahanan mencegah Pemberontakan Geger Pacinan melintas Jembatan Ancol menuju Batavia di tahun 1740. Fort Zoutelande, yang kemudian di tahun 1750 menjadi Fort Antjol, sudah rata dengan tanah sejak zaman Gubenur Jendral Daendels. Namun, benteng bunker Ancol abad ke 20 masih ada, tersembunyi di taman di perumahan warga.
.
Terdapat pula klenteng di Ancol yang memiliki keunikan karena memiliki altar untuk menghormati tokoh yang beragama Islam. Altar-altar tersebut didedikasikan untuk Sampo Seoi Soe, Siti Wati, dan orang tua dari Siti Wati yang menurut tradisi adalah penyiar agama Islam, Embah Areli Dato Kembang dan istrinya, Ibu Enneng. Sampo Seoi Soe sendiri dipercaya adalah juru masak dari kapal Cheng Ho yang memutuskan untuk menetap di daerah sekitar Ancol dan berlabuh di sungai di depan lokasi klenteng sekarang. Sampo Seoi Soe yang juga adalah seorang Muslim menikah dengan Siti Wati. Setelah mereka tiada, dibuatkanlah altar-altar ini yang menjadi cikal bakal klenteng. Klenteng ini sendiri bernama Klenteng Da Bo Gong. Klenteng ini berada tidak jauh dari lokasi sirkuit yang pernah eksis di Ancol di tahun 1970-1992.
.

Rawa-rawa Ancol pun pernah menjadi saksi kekejian hukuman eksekusi pada zaman penjajahan Jepang terhadap warga Belanda, warga Indonesia, dan warga negara asing lainnya. Di akhir Perang Dunia kedua, lokasi eksekusinya ditemukan dan dibuatkan suatu peringatan untuk mengenang korban-korban yang berguguran.  Lokasi ini sekarang menjadi Ereveld (Makam Kehormatan) Ancol yang menjadi tempat peristirahatan bagi sekitar dua ribu korban Perang Dunia yang mayoritas adalah warga sipil. Di lokasi yang teduh ini Anda akan diajak untuk mendengarkan cerita tentang perjuangan dan kisah heroik dari tokoh-tokoh militer maupun sipil dalam berkorban bagi sesama termasuk kisah dari kepala Lembaga Eijkman orang Indonesia pertama, Prof Achmad Mochtar dan dari Luchien Ubels.

Ancol tidak saja tentang Taman Impian yang menjadi tempat rekreasi nostalgia, namun juga memiliki cerita-cerita suka dan duka dari masa lalu yang menjadi bekal untuk kisah masa depan. Mari berpetualang bersama ke pantai utara Jakarta. Pendaftaran dapat dilakukan di link bio kami atau website walkindies.com.

Description

 

Tour Date
Minggu, 19 Juli 2026
Group Jam 08:00 WIB
PRICE
PRESALE
Rp 279,000/pax
RSVP sampai 16 Juli 2026
NORMAL
Rp 309,000/pax
Duration
±3,5 hours
Distance
±2,5 km Walking Tour + Charter Angkot

HIGHLIGHTS

Mengunjungi Stasiun Ancol dan membahas tentang sejarah stasiun dan percabangan jalur

Mengunjungi bekas Benteng Bunker Ancol

Mengunjungi Klenteng Vihara Bahtera Bakti/Klenteng Ancol yang sudah berdiri sejak abad ke 17

Mengunjungi kawasan Taman Impian Jaya Ancol

Mengunjungi Ereveld (Makam Kehormatan) Ancol

Melihat Jembatan Karnaval Ancol (jembatan pedestrian) dan melewati Masjid Apung Ancol

INCLUSIONS

 

INCLUSIONS

Guide bersertifikasi

Tiket masuk tempat wisata (Taman Impian Jaya Ancol = IDR 35.000/pax)

Donasi rumah ibadah

Air mineral  

Snack

Pocket map dan postcard

Charter/private Angkot dan tiket masuk angkot ke TIJA

 

EXCLUSIONS

Pengeluaran Pribadi

Travel Insurance

Kartu Transportasi untuk masuk Stasiun Ancol 

(Meeting point di dalam Stasiun Ancol)

TERMS & CONDITIONS

Jika Anda memiliki Annual Pass Ancol yang masih berlaku, mohon menggunakan kode voucher berikut “PASSANCOL” dan mohon dibawa Annual Pass dibawa di hari H. Terima kasih (Namun tidak dapat mengunakan credit voucher lainnya.

* Jika menggunakan voucher ini berarti, kami tidak akan membelikan tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol untuk anda.

* Bila sudah melakukan pembayaran, tidak dapat menggunakan lagi kode voucher “PASSANCOL” nya ataupun mendapatkan potongan harga.

Tur akan tetap dilaksanakan baik dalam kondisi cerah maupun hujan.

Tur akan dibawakan dalam Bahasa Indonesia.

Kami menyarankan untuk membawa perlengkapan tambahan seperti sunblock, payung, jaket hujan dan perlengkapan pribadi lainnya.

Mohon menjaga barang pribadi yang menjadi tanggung jawab masing-masing, segala bentuk kehilangan bukan menjadi tanggung jawab penyelenggara.

Tour ini tidak direkomendasikan / cocok untuk kursi roda dan kereta bayi.

Wanita yang sedang hamil diharapkan untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu.

RESHEDULE & REFUND POLICY

Tour tidak dapat direfund kecuali ada pembatalan dari pihak WALK INDIES.

Tur hanya akan dibatalkan jika tidak mencapai minimal peserta, dengan begitu biaya tur akan dikembalikan sepenuhnya.

Itinerary dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi dan kondisi di lapangan.

Tour dapat direschedule secara free/gratis paling lambat konfirmasi 10 hari sebelum tanggal tour

Jika dalam kurun waktu kurang dari 10 hari sebelum tanggal tour sampai 1X24 jam, peserta ingin direschedule, dikenakan biaya reschedule sebesar IDR 195.000/orang.

Jika kurang dari 1X24 jam sebelum tanggal tour, peserta ingin direschedule dianggap melakukan pembelian baru (tidak dapat direschedule).

MEETING POINT

Meeting Point: Di Dalam Stasiun Ancol 

(jika sudah di dalam stasiun, jangan tap out)

FINISHING POINT

Opsi Finish Point :

Ereveld Ancol atau

Drop di Stasiun JIS

Additional information

Slot

Group A – 08:00 WIB, Group B – 08:00 WIB, Group C – 08:40 WIB, Group D – 08:40 WIB

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Walking & Private Angkot Tour – Benteng di Antjol – 19 Juli 2026”

Your email address will not be published. Required fields are marked *