Bus Tour – SEMARANG: The Story of Oei Family, Lasem & The Railroad – 26-28 September 2025

Price range: Rp 2.000.000 through Rp 3.860.000

Pengumuman : Telah dibuka tour yang sama di bulan Oktober 2025. Klik di sini untuk detail lebih lanjut. Terima kasih

 

Kota Semarang diberikan oleh Sunan Pakubuwono I kepada VOC di tahun 1705 sebagai imbalan atas jasa-jasa VOC menumpas pemberontakan di masa lalu. Semarang adalah kota pelabuhan penting untuk perdagangan bahkan dari sejak zaman Mataram Kuno sampai ke zaman Hindia Belanda. Karena pelabuhan yang besar dan ramai, maka Laksamana Cheng Ho pun menyempatkan diri untuk berkunjung ke sana di tahun 1435.

Kelak kota pelabuhan ini mencatat sejarah menjadi kota pertama di Hindia Timur yang memiliki jalur kereta api dengan jalur Semarang (desa Kemijen) – Tanggung di tahun 1864 di masa Gubenur Jendral Baron Sloet van der Beele. Proyek ini ditanggani oleh perusahaan swasta yang bernama Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Rute ini pertama kali berjalan dua kali sehari dengan waktu tempuh 1 jam. Selain untuk mengangkut penumpang, jalur ini di-design untuk mengangkut hasil bumi dari pedalaman Jawa. Dalam kunjungan Walk Indies, ke Semarang ini kita akan melihat stasiun tua yang masih tersisa di Ambarawa, yang dibangun oleh NISM di tahun 1873. Stasiun ini dahulu dinamakan Willem I Station berdasarkan nama benteng di dekatnya yang dinamakan dari nama Raja Belanda.

Karena perdagangan dan industri yang sangat maju di Semarang, lahirlah banyak konglomerat di kota ini, salah satunya adalah Oei Tiong Ham. Oei adalah orang terkaya di Hindia Timur di awal abad 20. Oei yang lahir di Semarang pula, mengambil alih usaha keluarga Kian Guan. Firma dagang ini berfokus pada hasil bumi termasuk gula, kapuk, karet, gambir, tapioka, kopi dan tidak lupa, opium. Kita akan mendengarkan cerita dan landmark yang berhubungan dengan keluarga Oei di Semarang.

Lasem, kota kecil di pesisir pantai utara Jawa merupakan kota pecinan yang sangat kaya budaya, penghasil batik-batik yang memiliki asimilasi budaya yang cantik dan berwarna. Lasem adalah salah satu destinasi yang akan disinggahi oleh WALK INDIES di program kali ini. Dahulu pada masa setelah peristiwa Geger Pacinan, banyak dari para pemberontak terhadap VOC yang dilakukan oleh orang Jawa & Tionghoa memutuskan untuk menyingkir di sini. Oleh karena itu kita akan melihat banyak sekali rumah-rumah peranakan dan klenteng tua. Asimilasi budaya Tionghoa dengan budaya setempat menambah kaya wajah Indonesia dan menginspirasi kehidupan harmonis dalam suasana yang penuh toleransi. Di sini kita akan mendengarkan pula lanjutan dari cerita Geger Pacinan di Batavia. Fakta menarik lainnya, Lasem merupakan satu-satunya kota penghasil batik yang masih banyak mempertahankan proses manual batik tulis.

 

Teman, mari kita berpetualang ke kota Semarang dan sekitarnya bersama di hari Jumat – Minggu, tanggal 26 – 28 September 2025. Daftarkan diri kamu di website www.walkindies.com atau dari link di Instagram profile bio.

 

*Perjalanan ini didukung oleh partner lokal – Bersukaria Tour Semarang & Awesome Lasem

**Ada opsi untuk pembayaran Down Payment sebesar IDR 2.000.000/pax. Pelunasan sisanya dilakukan terakhir di tanggal 1 September 2025.

 

SKU: N/A Category:

Description

Tour Date
26-28 Sep 2025
3 Hari 2 Malam
Price starts from
Rp 3.450.000/pax
Kota
Semarang, Lasem & Ambarawa
Metode Transport
Bus dari Semarang

ITINERARY

 

Hari 01 – JUMAT 26 September – SEMARANG – AMBARAWA – SEMARANG (-/L/-)

Jam 09:30 WIB – Penjemputan pertama akan dilakukan di Bandara Ahmad Yani setelah itu menuju Kota Lama Semarang

Jam 10:15 WIB – Tour mulai di Kota Lama Semarang

Walking tour di Kota Lama Semarang. Melihat dan mendengarkan cerita tentang beberapa bangunan bersejarah di kawasan yang dijuluki “Little Netherlands” termasuk ke Gereja Blenduk yang dibangun tahun 1753, bekas Kantor

Handel Maatschappij Kian Gwan dan Asuransi NILMIJ yang merupakan bangunan pertama di Jawa yang memiliki elevator.

Lunch di Kota Lama dan setelah itu kita akan mengunjungi Rumah Oei Tiong Ham, raja gula dari Semarang, orang terkaya di Hindia Timur di awal abad 20 yang memiliki banyak properti di kota Semarang bahkan pula di Eropa dan Singapore. Selain menjadi pengusaha gula, Oei memulai kekayaan dengan bisnis candu yang merupakan komoditas legal di zaman Belanda, dioperasikan oleh firma keluarganya, Handel Maatschappij Kian Gwan. Kita akan mendengarkan pula cerita tentang anaknya, Oei Hui Lan yang mengarang biografi tentang kisah hidup suka dan duka keluarga besar Oei.

Darisana kita melanjutkan perjalanan menuju Ambarawa untuk menjelajah ke Museum yang pernah menjadi statiun kereta api Willem I yang dibangun tahun 1873 yang salah satu fungsinya adalah transportasi logistik dan militer ke pedalaman Jawa. Di sini kita akan melihat beberapa kereta api tua dan kondisi lounge untuk tamu-tamu VIP di masanya. Disini kita juga akan merasakan sensasi menaiki kereta api Jalur Ambarawa-Tuntang untuk melihat pemandangan danau Rawa Pening.

Kembali ke kota Semarang untuk check in hotel dan beristirahat sebelum tour hari kedua.

.

Hari 02 – SABTU, 27 September 2025 – SEMARANG – LASEM (B*/L/D)

Tersedia breakfast untuk yang memilih opsi menginap di Hotel Novotel Semarang

 

Jam 07:00 WIB – Berkumpul di Hotel Novotel Semarang untuk menuju kota Lasem, kota pecinaan tua dan pelabuhan penting masa Majapahit.

Perjalanan sekitar 4 jam ke Lasem

Mampir di Rembang, sekaligus mengunjungi Museum R.A. Kartini, bangunan yang pernah digunakan sebagai Rumas Dinas Bupati Rembang, dan dulunya pernah ditinggali oleh R.A. Kartini bersama suaminya K.R.M Adipati Ario Djojoadhiningrat, Bupati Rembang (1889- 1912).

Melanjutkan perjalanan ke ke Lasem, untuk walking tour ke tempat-tempat kuno, melewati Rumah batik tradisional Nyah Kiok, sambil melihat rumah-rumah Peranakan di sepanjang perjalanan, melanjutkan ke Kelenteng Cu An Kiong, yang menurut tradisi dikatakan sebagai klenteng tertua yang masih berdiri di pulau Jawa. Lalu ke Lawang Ombo, rumah tempat candu di zaman kolonial & Rumah Merah dan Rumah Keluarga Oei Am Lasem.

Makan malam di rumah joglo dari Batik Kresnoaji untuk mendengarkan pula penjelasan tentang batik Lasem.

Bermalam di hostel Lasem: Lasem Boutique Hotel atau sejenis (kamar twin/triple sharing)

.

Hari 03 – MINGGU, 28 September 2025 – LASEM – SEMARANG (B/L/-)

Breakfast di penginapan sebelum kembali ke kota Semarang. Perjalanan sekitar 4 jam ke kota Semarang.

Dilanjutkan dengan makan siang di Semarang, Lalu mengunjungi Lawang Sewu, yang dahulu merupakan kantor pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Program tour berakhir lalu diantarkan ke Bandara dan Stasiun dengan estimasi tiba di Bandara Ahmad Yani jam 15:00. Dan Stasiun Kereta Semarang Tawang jam 16:00

Sampai berjumpa lagi di petualangan selanjutnya.

*Keterangan :

B = Breakfast

L = Lunch

D = Dinner

 HARGA (dlm IDR/pax)

HARGA DENGAN HOTEL DI SEMARANG = IDR 3.860.000/pax 

HARGA TANPA HOTEL DI SEMARANG    = IDR 3.450.000/pax

 

**Ada opsi untuk pembayaran Down Payment sebesar IDR 2.000.000/pax. Pelunasan sisanya dilakukan terakhir di tanggal 1 September 2025.

 

INCLUSIONS

 

INCLUSIONS

Tour Leader bersertifikasi

Local guide

Hotel di Lasem

Private Bus AC

Tiket kereta api wisata di Ambarawa 

Tiket masuk sesuai itinerary

Acara Tour

Makan sesuai itinerary

Voucher belanja Batik Lasem sebesar IDR 100.000/pax dari Awesome Lasem (minimal pembelian IDR 500.000)

.

EXCLUSIONS

Tiket pesawat/kereta

Makanan yang tidak termasuk di itinerary

Travel insurance

Keperluan Pribadi

Transportasi ke Meeting Point atau dari Ending Point

.
OPTIONAL

Akomodasi hotel di Semarang

 

HOTEL

 

Semarang : Hotel Novotel Semarang (twin/triple sharing) (Hotel ini adalah optional)

Lasem       : Lasem Boutique Hotel atau sejenisnya (twin/triple sharing)

 

*triple sharing hanya jika jumlah pesertanya ganjil

**Tersedia pilihan Single Supplement/Sekamar sendiri dengan tambahan biaya

TERMS & CONDITIONS

 

Keberangkatan Minimal 23 Pax. Jika quota tidak terkumpul tour dapat dibatalkan oleh WALK INDIES dan biaya yang terbayar akan dikembalikan

Jadwal perjalanan dapat berubah sesuai dengan kondisi demi kelancaran pelaksanaan tour.
.

Kepastian akhir berangkatnya diumumkan paling lambat 21 hari sebelum hari tour atau bisa lebih cepat jika sudah terkumpul. Mohon pada saat booking pesawat/kendaraan menuju lokasi untuk memperhatikan hal ini. 

.

Apabila terjadi force majeur karena bencana alam, kerusuhan, suasana mencekam dan lain-lain, WALK INDIES tidak bertanggung jawab dalam pengembalian biaya atas service yang sudah dibayarkan dan tidak digunakan dan biaya tour tidak termasuk biaya pengeluaran tambahan yang disebabkan oleh force majeur.

.

KEBIJAKAN REFUND

*Skema penalty yang akan dikenakan jika melakukan refund :

>= 30 hari sebelum tour      : 50% penalty fee dari total biaya tour

29 – 14 hari sebelum tour    : 70% penalty fee dari total biaya tour

<=  13 hari sebelum tour   : 100% penalty fee dari total biaya tour

.

*Jika tidak bisa berangkat lebih baik dioper ke orang lain (tidak terkena biaya – dapat dilakukan sampai H – 72 jam sebelum keberangkatan)

.

*Sangat disarankan untuk membeli asuransi perjalanan  yang mengcover biaya refund fee nya jika ternyata halangan dalam mengikuti tour.

MEETING POINT

Bandara Ahmad Yani Semarang

Meeting Point: Bandara Ahmad Yani Semarang

(Jumat, 26 September 2025 | Jam 09:30 WIB)

*Yang tidak naik pesawat atau sudah sampai di Semarang sebelumnya, dapat bertemu langsung dengan kami di Kota Lama – Jumat, 26 September 2025, jam 10:15 WIB (Titik meeting point akan diinfokan menyusul)

FINISHING POINT

Bandara Ahmad Yani Semarang

Finish Point: Bandara Ahmad Yani Semarang

(Minggu, 28 September 2025 | Jam 15:00 WIB)

*Yang tidak naik pesawat, dapat diantar ke Stasiun Tawang Semarang – Minggu, 28 September, Jam 16:00)

Additional information

Pembayaran Full / Down Payment

Full, Down Payment

Opsi Hotel 1 malam di Semarang

Termasuk, Tidak termasuk

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Bus Tour – SEMARANG: The Story of Oei Family, Lasem & The Railroad – 26-28 September 2025”

Your email address will not be published. Required fields are marked *