Dari Serajoe ke Pulau Selatan (Purwokerto, Nusa Kambangan & Cilacap Historical Tour) – 16-18 Oktober 2026 (3H2M)

Price range: Rp 2.300.000 through Rp 4.620.000

Dari kaki Gunung Slamet hingga pesisir selatan Jawa, wilayah Karesidenan Banyumas memiliki destinasi sejarah yang menarik. Terdapat benteng-benteng kolonial, kawasan urban, pegunungan dan pulau di Selatan (Nusa Kambangan). Sungai Serayu mengalir membelah wilayah karesidenan yang pada masa lalu mencakup empat wilayah kabupaten di Jawa Tengah, termasuk juga Purwokerto dan Cilacap. Nama Serayu sendiri dipercaya berkaitan dengan sungai dalam kisah Ramayana yang mengalir di dekat kota kuno Ayodhya.

Di sebelah selatan, kota Cilacap memiliki kondisi geografis yang istimewa karena terlindung oleh Pulau Nusa Kambangan. Hal ini menjadikannya lokasi yang secara alami ideal untuk pelabuhan utama pesisir selatan Jawa. Karena lautnya yang dalam dan dekat dengan Samudera Hindia memungkinkan kapal besar untuk berlabuh di pelabuhan ini. Ini jugalah alasan kabupaten terluas di Jawa Tengah ini memiliki kilang minyak terbesar di Indonesia dan dua buah pembangkit listrik tenaga uap yang memasok tenaga listrik yang signifikan untuk Pulau Jawa.

Cilacap sebagai kota pelabuhan kemudian semakin relevan ketika ketiga jaluran kereta api bertemu di Kroya, wilayah Cilacap, antara jalur Jogjakarta ke arah Barat, jalur Bandung ke arah tenggara, dan jalur Cirebon ke selatan. Pembangunan terowngan kereta menembus perbukitan di utara Cilacap menjadi penting untuk menyambungkan ketiga jalur kereta tersebut.

Pulau di selatan, Nusa Kambangan terpisah oleh Selat Segara Anakan dari Pulau Jawa. Pulau yang hari ini lebih dikenal sebagai kawasan lembaga pemasyarakatan ternyata menyimpan sejumlah benteng peninggalan kolonial abad ke-19, seperti Benteng Karangbolong dan Benteng Klingker dan pantai-pantai yang indah. Benteng-benteng tersebut dibangun sebagai bagian dari sistem pertahanan pantai dan pengawasan jalur keluar-masuk kapal untuk melindungi Pelabuhan Cilacap dari ancaman musuh yang datang dari laut. Benteng Klingker sendiri merupakah jenis benteng martelo seperti benteng-benteng di kepulauan Onrust, berbentuk lingkaran, dan dibangun di masa yang sama, sekitar tahun 1850. Tidak hanya kedua benteng tersebut, di wilayah Cilacap daratan dibangun juga Benteng Kustbatterij op de Landtong te Tjilatjap atau lebih dikenal sebagai Benteng Pendem di tahun 1861.

Di Cilacap, selain benteng adapula makam kerkhof tua yang telah berdiri sejak abad ke-19 dan pernah menjadi salah satu tujuan ziarah tentara Hindia Belanda karena keberadaan makam dari Jenderal Toontje Poland. Selain itu terdapat pula, bangunan bekas gedung asisten residen, klenteng tua, alun-alun dan pendopo kabupaten Cilacap.

Kota Purwokerto yang terletak di kaki Gunung Slamet adalah ibukota terakhir dari Karesidenan Banyumas. Pemindahan ibukota itu terjadi pada tahun 1937, bahkan bangunan pendopo kabupaten pun ikut dipindahkan pula dari Banyumas Lama. Perpindahan ini disebabkan karena Daerah Banyumas Lama yang terletak di sisi barat dan selatan Sungai Serayu dinilai tidak mampu berkembang secara konektifitas dengan daerah lain di Jawa. Bahkan daerah ini terluputkan dari jaringan kereta api. Wilayah Banyumas memiliki subkultur budaya Jawa yang unik dengan bahasa Banyumasan-nya yang lebih dikenal sebagai “Bahasa Ngapak”. Dialek khas ini memiliki hubungan fonetik erat dengan Jawa Kuno. Seni budayanya juga khas, memiliki tarian ebeg atau kuda lumping, tarian lengger dengan diiringi gamelan dari bambu yang disebut calung.

Mari bersama-sama menelusuri wilayah bekas Karesidenan Banyumas dari Sungai Serajoe sampai Ke Pulau Selatan di akhir pekan tanggal 16-18 Oktober 2026. Daftarkan dirimu di website www.walkindies.com atau di link yang terdapat di Instagram profile bio.

 

*Ada opsi untuk pembayaran Down Payment dahulu sebesar IDR 2.300.000/pax. Pelunasan sisanya dilakukan terakhir di tanggal 02 Oktober 2026.
SKU: N/A Categories: ,

Description

Tour Date
16-18 Oktober 2026
3 Hari 2 Malam
Price starts from
Rp 4.620.000/pax
Kota
Purwokerto, Banyumas, Nusakambangan & Cilacap
Metode Transport
Kereta Api Eksekutif PP dari Jakarta + Bus di lokasi

ITINERARY

.

Hari 01 – JUMAT 16 OKTOBER 2026 – JAKARTA – PURWOKERTO – BANYUMAS – PURWOKERTO  (B/L/D)

Jam 06:00 WIB – Berkumpul di Stasiun Gambir

Jam 06:20 WIB – Kereta berangkat menuju Purwokerto

Jam 10:36 WIB – Kereta tiba di Stasiun Purwokerto

Setelah ini perjalanan akan dimulai menuju ke Alun-alun Kota Purwokerto dan Masjid Agung Baitussalam (ada waktu untuk sholat Jumat). Peserta akan diajak untuk makan siang kuliner khas Purwokerto.

Setelah makan siang, perjalanan akan dilanjutkan menuju bekas Rumah Residen Banyumas (Purwokerto adalah ibukota terakhir dari Karesidenan Banyumas). Walking tour sejenak untuk melihat bekas Rumah Residen Banyumas, dan melewati sekolah-sekolah tua dan gereja di sekitar gedung tersebut.

Kunjungan perjalanan dilanjutkan menuju Kota Lama Banyumas yang terletak di sisi selatan Sungai Serayu. Sebelum tiba di Kota Lama Banyumas, peserta akan diajak untuk mampir melihat Suikerfabriek (Pabrik Gula) Kalibangor yang merupakan pabrik gula tertua di wilayah Karesidenan Banyumas. Terdapat pula makam dari pendiri perusahaan gula tersebut yang bernama Edward Cooke dan keturunannya.

Sesampainya di Kota Lama Banyumas, peserta akan diajak untuk melihat Pendopo dan bekas Kantor Bupati Banyumas yang dibangun di masa bupati Tumenggung Yudanegara yang berkuasa di awal abad ke-19. Ini adalah kantor dan kediaman bupati Banyumas sebelum pindah ke Purwokerto di tahun 1937. Kompleks bangunan ini sangat luas dan layaknya seperti keraton kecil yang memiliki pendopo, istal kuda, pringgitan, kantor pelayanan administrasi, tempat tinggal abdi dalem, dan tamansari. Bahkan kompleks ini dikelilingi oleh tembok, dan menariknya terdapat sumur Sendang Mas yang memiliki kisah berhubungan dengan awal mula nama karesidenan ini.

Sebelum makan malam, Teman-teman akan diajak untuk eksplorasi di Pecinan Banyumas yang direvitalisasi sejak tahun 2023 yang menyajikan bangunan bernuansa Peranakan dan Klenteng Boen Tek Bio Banyumas yang sudah berdiri di bantaran Sungai Serayu sejak 1846.

Setelah makan malam di Kota Lama Banyumas, perjalanan berlanjut untuk kembali ke kota Purwokerto untuk bermalam dan beristirahat.

.

Hari 02 – SABTU 17 OKTOBER 2026 – PURWOKERTO – NUSAKAMBANGAN – CILACAP  (B/L/-)

Breakfast dan check out dari hotel di Purwokerto. 

Setelah check out, perjalanan akan dilanjutkan ke kota Cilacap mengikuti aliran Sungai Serayu dan berhenti untuk melihat terowongan kereta api Notog. Untuk membuat jalur kereta menuju ke Cilacap, Staatspoorwegen (SS) perlu membuat terowongan ini untuk menembus perbukitan di antara dua kota ini.

Benteng Pendem Cilacap adalah destinasi pertama tour di kota Cilacap. Benteng ini didirikan oleh tentara Hindia Belanda (KNIL) untuk melindungi pelabuhan Cilacap, sebuah titik yang sangat strategis sebagai jalur ekspor hasil bumi dari pedalaman selatan Jawa. Dibangun tahun 1861 dengan luas 10,5 hektar dan lebih dari 60 ruangan. Benteng ini ditimbun dengan tanah agar tidak terdeteksi oleh musuh.

Kemudian makan siang dan setelah itu berlayar sekitar 20 menit melintasi selat menuju Nusakambangan. Di pulau ini peserta akan diajak untuk menjelajah Benteng Karang Bolong yang dibangun pada abad 19. Benteng ini memiliki banyak ruang dan tangga penghubung antara bagian atas dan bawah pulau. Setelah itu, dilanjutkan dengan benteng kedua yaitu Benteng Klingker yang merupakan benteng martelo bundar. Akar-akar pohon beringin raksasa melilit erat dinding, lorong, dan lengkung bata benteng. Kedua benteng ini masih berdiri megah di balik rimbunnya vegetasi pulau.

Kemudian setelah petualangan di Pulau Nusakambangan selesai, kembali ke dermaga Teluk Penyu serta kembali ke kota Cilacap untuk istrahat dan bermalam. Selanjutnya waktu bebas hingga tour hari ketiga dimulai. 

Makan malam dengan pengaturan masing-masing.

.

Hari 03 – MINGGU 18 OKTOBER 2026 – CILACAP – JAKARTA (B/L/-)

Breakfast & Check out dari hotel di Cilacap

Pagi di hari ketiga ini, perjalanan dimulai ke makam kerkhof tua yang telah berdiri sejak abad ke-19 dan pernah menjadi salah satu tujuan ziarah tentara Hindia Belanda karena keberadaan makam dari Jenderal Toontje Poland.

Perjalanan dilanjutkan ke Titik Nol Cilacap, kawasan yang ditetapkan pada masa kolonial Belanda sebagai patokan sentral pengukuran infrastruktur jalan dan jaringan transportasi di pesisir selatan Jawa pada abad 19. Peserta akan diajak mengenali kawasan pusat pemerintahan Cilacap serta bangunan-bangunan di sekitarnya, termasuk bekas bangunan kantor asisten residen Cilacap sembari membahas perkembangan Cilacap sebagai kota pelabuhan dan bagian dari Karesidenan Banyumas.

Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Klenteng Lam Tjeng Kiong klenteng ini dibangun  sekitar tahun 1899 dengan altar utama untuk memuja Makco Thian Shang Tie Mu (Dewi Mazu), sosok pelindung para pelaut. Perjalanan berlanjut ke Masjid Agung Darussalam di Alun-Alun Cilacap.

Pendopo Wijaya Kusuma Sakti juga menjadi destinasi yang menarik selanjutnya. Pendopo ini mempertahankan struktur Joglo dengan empat tiang penyangga utama (saka guru) dari balok kayu jati utuh peninggalan abad ke-19. Selain itu juga merupakan saksi bisu monumen penting pemekaran Cilacap dari status distrik menjadi kabupaten mandiri (Regentschap) pada 21 Maret 1856.  

Berlanjut makan siang, dan setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju Stasiun Cilacap, cagar budaya yang dibangun dengan gaya art deco ditahun 1943, mengantikan bangunan lama yang dibangun sebelumnya di tahun 1908. Tour berakhir di sini dan peserta akan bersama-sama naik kereta api eksekutif yang akan berangkat jam 14:15 WIB untuk kembali ke Jakarta. Sampai jumpa di petualangan berikutnya. 

.

Jam 20:19 WIB – Kereta tiba di Stasiun Gambir

.

*Keterangan :

B = Breakfast

L = Lunch

D = Dinner

 HARGA (dlm IDR/pax)

 

HARGA    = IDR 4.620.000/pax 

INCLUSIONS

 

INCLUSIONS

Tiket kereta kelas eksekutif dari Jakarta Pulang Pergi (PP)

Tour Leader bersertifikasi

Local guide

Hotel with breakfast

Private Bus AC

Makan sesuai itinerary 

Tiket masuk sesuai itinerary

Acara Tour

Snack and mineral water

Travel insurance (detail di T&C)

Souvenir special dari WALK INDIES

Transportasi Kapal ke Nusakambangan PP

.

EXCLUSIONS

Makanan yang tidak termasuk di itinerary

Keperluan Pribadi

HOTEL

 

Purwokerto   : Hotel Java Heritage Hotel Purwokerto atau sekelasnya (twin/triple sharing)

Cilacap         : Hotel FaveHotel Cilacap atau sekelasnya (twin/triple sharing) 

 

*triple sharing hanya jika jumlah pesertanya ganjil

**Tersedia pilihan Single Supplement/Sekamar sendiri dengan tambahan biaya (IDR 670.000/orang untuk 2 malam)

TERMS & CONDITIONS

 

Keberangkatan Minimal 23 Pax. Jika quota tidak terkumpul tour dapat dibatalkan oleh WALK INDIES dan biaya yang terbayar akan dikembalikan

Jadwal perjalanan dapat berubah sesuai dengan kondisi demi kelancaran pelaksanaan tour.
.

Kepastian akhir berangkatnya diumumkan paling lambat 21 hari sebelum hari tour atau bisa lebih cepat jika sudah terkumpul. Mohon untuk memperhatikan hal ini sebelum melakukan reservasi pesawat/kereta menuju lokasi. 

.

Apabila terjadi force majeur karena bencana alam, kerusuhan, suasana mencekam dan lain-lain, WALK INDIES tidak bertanggung jawab dalam pengembalian biaya atas service yang sudah dibayarkan dan tidak digunakan dan biaya tour tidak termasuk biaya pengeluaran tambahan yang disebabkan oleh force majeur.

.

Produk travel Insurance yang termasuk di dalam biaya tour adalah Domestik – Nusantara 2 (1-4 hari) – New Travel Safe dari Asuransi ACA. Klik di sini untuk membaca nilai manfaat dari travel insurance ini.

* Batas umur pemegang polis adalah 70 tahun. Jika berumur 70 tahun dan ke atas, maka polis ini tidak dapat digunakan dan biaya polis akan di-cashback ke peserta di atas umur 70 tahun. Mohon melakukan pengaturan sendiri untuk travel insurance-nya.

* Travel insurance ini tidak berlaku jika peserta adalah penduduk dari kota-kota yang dituju sebagai destinasi tour.

Maka polis ini tidak dapat digunakan dan biaya polis akan di-cashback ke peserta yang berasal dari kota tujuan. Mohon melakukan pengaturan sendiri untuk travel insurance-nya.
* Travel Insurance tidak berlaku untuk Warga Negara Asing yang tidak memiliki KITAS

* Pengantian kerugian sangat bergantung pada penilaian dari pihak asuransi.

.

KEBIJAKAN REFUND

*Skema penalty yang akan dikenakan jika melakukan refund :

>= 30 hari sebelum tour      : 50% penalty fee dari total biaya tour

29 – 14 hari sebelum tour    : 70% penalty fee dari total biaya tour

<=  13 hari sebelum tour   : 100% penalty fee dari total biaya tour

.

*Jika tidak bisa berangkat lebih baik dioper ke orang lain (tidak terkena biaya – dapat dilakukan sampai Kamis, 8 Oktober 2026)

MEETING POINT

Meeting Point:

Jumat, 16 Oktober 2026 

 

Stasiun Gambir – jam 06:00 WIB

*dapat naik juga dari Stasiun Bekasi

FINISHING POINT

Finish Point :

Minggu, 18 Oktober 2026

 

Stasiun Gambir   – jam 20:19 WIB

*dapat turun juga di Stasiun Bekasi & Jatinegara

Additional information

Pembayaran Full / Down Payment

Full, Down Payment

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Dari Serajoe ke Pulau Selatan (Purwokerto, Nusa Kambangan & Cilacap Historical Tour) – 16-18 Oktober 2026 (3H2M)”

Your email address will not be published. Required fields are marked *