Purwakala di Dhaha & Singosari (Kediri, Blitar & Malang Historical Tour) – 24-26 April 2026 (3D2N)

Price range: Rp 2.000.000 through Rp 3.840.000

Jauh sebelum Majapahit mencapai kejayaannya, tanah Jawa Timur telah menjadi saksi pasang surutnya wangsa-wangsa besar. Di tepi Sungai Brantas, Kerajaan Kediri berdiri dan diperintah oleh wangsa Isyana yang nenek moyangnya berasal dari Jawa Tengah. Pusat kerajaan ini adalah di Dahanapura, yang sekarang berada di kota Kediri modern. Kerap kali Kerajaan Kediri terlibat rivalitas dengan negara tetangganya yang sebenarnya masih satu garis keturunan dari Raja Airlangga. Kelak Raja terbesar Kediri, Jayabaya menganeksasi Kerajaan Kahuripan ke dalam wilayahnya. Namun pada tahun 1222, Ken Arok, yang merupakan akuwu (kepala daerah) wilayah Tumapel, melakukan pemberontakan dan menyerang pasukan kerajaan. Pemberontakannya berhasil dan Kediri takluk kepada Tumapel yang ibukotanya berada di Singosari. Muncullah dinasti baru penguasa tanah Jawa, wangsa Rajasa dari garis keturunan Ken Arok.

Saga saling menyerang inipun belum berakhir di sini, karena kelak akan ada aksi balas dendam oleh keturunan raja Kediri ke Singosari. Bahkan di dalam wangsa Rajasa sendiri pun terjadi perang saudara antara keturunan dua suami Ken Dedes, Tunggul Ametung dan Ken Arok. Hal ini sepertinya mengenapi kutukan dari Mpu Gandring, seorang pembuat keris yang dibunuh oleh Ken Arok oleh karena ketidaksabarannya.

Di kota Blitar, terdapat kompleks percandian termegah di Jawa Timur yang menjadi tempat pemujaan lintas zaman, mulai dari era Kediri, Singosari, hingga Majapahit. Candi ini dinamakan Candi Penataran, yang strukturnya terbuat dari batu andesit.

Di bekas ibukota Tumapel, masih berdiri megah Candi Singosari yang merupakan pendarmaan untuk raja terbesarnya, yaitu Raja Kertanegara. Candi ini didedikasikan oleh keturunan Sang Raja yang menjadi raja-raja di Majapahit. Arca-arca dari candi ini bernilai sangat tinggi seperti arca Ganesha Tantra, Bhairawa, dan Durga Mahisasuramardini. Seni pahat tinggi ini menarik perhatian dari Nicolaus Engelhard, Gubenur Pantai Timur yang kelak akan membawa arca-arca ini ke Semarang, sebelum akan berpindah tempat sampai ke negeri Belanda (sebelum repatriasi tahun 2023).

Tiba di Blitar, tentu perlu untuk napak tilas ke rumah masa kecil dan tempat peristirahatan terakhir dari Putra Sang Fajar. Kisah di Blitar ini akan meneruskan episode-episode kehidupan Bung Karno yang pernah dibahas di dalam perjalanan di Jakarta, Bandung dan Surabaya.  

Kota Malang, yang juga dilintasi oleh Sungai Brantas, menyimpan banyak bangunan indah dari masa kolonial untuk dikunjungi, mulai dari daerah Kajoetangan, Alun-alun Tugu, dan Ijen Boulevard. Adapula sekapur sirih tentang kisah dan bangunan dari Tarekat Mason Bebas di kota ini.

Mari bersama-sama menelusuri jejak-jejak purwakala di Kediri, Blitar, dan Malang (sebelum Fajar Majapahit menyingsing) di akhir pekan tanggal 24 – 26 April 2026. Daftarkan dirimu di website www.walkindies.com atau di link yang terdapat di Instagram profile bio.

SKU: N/A Categories: ,

Description

Tour Date
24-26 April 2026
3 Hari 2 Malam
Price starts from
Rp 3.485.000/pax
Kota
Kediri, Blitar & Malang
Metode Transport
Bus dari Surabaya

ITINERARY

.

Hari 01 – JUMAT 24 APRIL 2026 – SURABAYA – KEDIRI – BLITAR  (-/L/D)

Jam 07:20 WIB – Penjemputan di Stasiun KA Gubeng (Yang sudah berada di kota Surabaya dapat berkumpul bersama di hotel – to be advised)

Jam 08:25 WIB – Penjemputan di Bandara Juanda

Setelah ini perjalanan akan dimulai menuju ke Kota Kediri yang dahulu disebut sebagai Dhaha. Di tengah perjalanan kita makan siang dan break sholat Jumat di kota kelahiran industri rokok raksasa Gudang Garam ini.

Setelah makan siang, perjalanan akan dilanjutkan menuju Gereja Pohsarang, gereja yang dibangun pada tahun 1936 atas prakarsa Romo Jan Wolters, CM, dengan bantuan arsitek terkenal Henri Maclaine Pont yang juga pernah merancang aula Barat dan Timur Institut Teknologi Bandung. HM Pont sendiri adalah insinyur yang menangani pembangunan Museum Trowulan di Mojokerto, yang menyimpan peninggalan Majapahit. Gereja Pohsarang memiliki gaya arsitektur Jawa dan terdapat gapura dan Goa Maria Lourdes Pohsarang di sana.

Kunjungan kemudian berlanjut ke GPIB Immanuel Kediri, salah satu ikon cagar budaya di pusat Kota Kediri. Gereja ini sering disebut Gereja Merah. Gereja ini tampil dengan gaya arsitektur Gothic Eropa yang sangat kental. Gereja ini awalnya dibangun pada awal abad 20 sebagai tempat ibadah bagi warga Belanda dan pegawai pabrik gula yang tinggal di sekitar Kediri. Seperti namanya, seluruh dinding luar bangunan ini dicat dengan warna merah bata yang mencolok. Serta pintu-pintunya yang besar dan kokoh, terbuat dari kayu jati asli yang masih terawat hingga sekarang.

Sambil mendengarkan kisah kejayaan kerajaan Kediri dan raja-rajanya, kunjungan akan berlanjut ke daerah Pecinan dan Jalan Dhoho di pusat kota Kediri untuk free time ke toko oleh-oleh ataupun kuliner.

Lalu perjalanan berlanjut ke kota Blitar untuk makan malam dan tour di Hotel Tugu Blitar.

Menuju hotel untuk bermalam dan beristirahat. 

.

Hari 02 – SABTU 25 APRIL 2026 – BLITAR – MALANG  (B/L/-)

Breakfast dan check out dari hotel di Blitar. 

Perjalanan di kota Blitar akan diawali dengan napak tilas dan berziarah ke Makam Sang Proklamator, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir.Soekarno. Batu nisannya terbuat dari batu pualam hitam dengan prasasti yang menuliskan sosok beliau sebagai “Penyambung Lidah Rakyat Indonesia”. 

Setelah itu singgah di Istana Gebang yang merupakan rumah masa kecil Bung Karno. Rumah ini dulunya juga dihuni orang tuanya, Raden Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Kakak Kartini, Soekarmini dan sang suami juga menempati rumah ini.

Petualangan dilanjutkan menuju ke Taman Peta (Pembela Tanah Air) yang dulunya merupakan Markas Daidan (Batalyon) PETA, tempat meletusnya pemberontakan tentara PETA melawan Jepang pada 14 Februari 1945. Museum ini terletak di Jalan Soedanco Soeprijadi, tepat di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Raden Wijaya. Di sana kita akan melihat beberapa kendaraan tempur seperti Pesawat F-86 Sabre, Tank, dan juga meriam.

Setelah makan siang, kita akan menuju ke Candi Penataran (atau secara historis disebut Candi Palah) yang berada lereng barat daya Gunung Kelud, sekitar 12 km ke utara Kota Blitar. Begitu memasuki kompleks percandian ini, Anda tidak hanya mengunjungi satu bangunan, melainkan sebuah kompleks suci yang dibangun dan digunakan terus-menerus selama lebih dari 300 tahun—mulai dari era Kerajaan Kediri, Singosari, hingga mencapai puncaknya di masa keemasan Majapahit.

Setelah menjelajahi kota Blitar, perjalanan berlanjut menuju ke kota Malang untuk bermalam. Selanjutnya waktu bebas hingga tour hari ketiga dimulai. 

Makan malam dengan pengaturan masing-masing.

.

Hari 03 – MINGGU 26 APRIL 2026 – MALANG – SURABAYA  (B/L/-)

Tersedia breakfast untuk yang memilih opsi menginap di hotel Malang

Check out dari hotel

Pagi di hari ketiga ini, perjalanan dimulai tepat di titik nol pusat pemerintahan Kota Malang, yaitu Alun-Alun Tugu yang dahulu dikenal dengan Jan Pieterszoon Coenplein. Di tengah alun-alun ini berdiri megah monumen bambu runcing yang dibangun pasca kemerdekaaan sebagai simbol perlawanan rakyat. Di sekitar alun-alun terdapat bangunan bersejarah pada masa kolonial, seperti Stadhuis atau Balai Kota Malang, Hotel Tugu Malang, dan 

Setelah itu, kita akan diajak berkeliling menelusuri Kampoeng Heritage Kajoetangan. Jalan Kajoetangan merupakan pusat perdagangan dan gaya hidup pada masa kolonial Belanda. Peserta akan diajak untuk blusukan masuk ke gang-gang rumah warga yang memiliki gaya bangunan beragam dari tahun 1870 sampai gaya jengki. Yang menarik di sepanjang kampung bersejarah ini mengalir sebuah kanal yang ditata rapi dengan koridor jembatan.

Kemudian berpindah untuk menelusuri daerah Ijen Boulevard. Mengunjungi Gereja Katedral Santa Maria dari Gunung Karmel (masih menunggu izin). Gereja ini dibangun pada tahun 1934 oleh arsitek ternama L. Estourgie dan menjadi katedral keuskupan Malang. Lalu dilanjutkan dengan menjelajah kawasan pemukiman elit bersejarah yang dikenal sebagai kawasan Bergenbuurt (daerah pegunungan). Kawasan ini dirancang oleh arsitek dan perencana kota ternama, Herman Thomas Karsten, pada masa kolonial sekitar tahun 1920-an hingga 1930-an.

Makan siang akan diadakan di bangunan bekas Loji Tarekat Mason Bebas Malang. 

Setelah makan siang, kita akan berlanjut untuk mengunjungi Candi Singosari, situs percandian yang menjadi saksi bisu kejayaan Kerajaan Singosari (1222-1292 M). Kawasan ini ditemukan sekitar tahun 1803 oleh Nicolaus Engelhard. Candi ini dibangun sebagai pendarmaan kebesaran raja Kertanegara yang gugur karena pemberontakan yang dilakukan Jayakatwang.

Mengunjungi dua penjaga ‘raksasa’ Dwarapala yang berukuran 3.7 meter.

Setelah kunjungan di Candi Singosari, tour berakhir, peserta akan diantar ke Bandara Juanda dan Stasiun Kereta Api Gubeng (tiba jam 17:15 WIB di Bandara dan jam 18:15 WIB di Stasiun) untuk kembali ke kota masing-masing. Sampai jumpa di petualangan berikutnya. 

.

*Keterangan :

B = Breakfast

L = Lunch

D = Dinner

 HARGA (dlm IDR/pax)

.

HARGA DENGAN HOTEL DI MALANG   = IDR 3.840.000/pax 

HARGA TANPA HOTEL DI MALANG       = IDR 3.485.000/pax

 

**Ada opsi untuk pembayaran Down Payment sebesar IDR 2.000.000/pax. Pelunasan sisanya dilakukan terakhir di tanggal 7 April 2026.

 

INCLUSIONS

 

INCLUSIONS

Tour Leader bersertifikasi

Local guide

Hotel with breakfast di Blitar

Private Big Bus AC

Makan sesuai itinerary (termasuk makan di Hotel Tugu Blitar dan bekas Loji Tarekat Mason Bebas Malang)

Tiket masuk sesuai itinerary

Acara Tour

Snack and bevarages

Travel insurance (detail di T&C)

.

EXCLUSIONS

Tiket pesawat/kereta

Makanan yang tidak termasuk di itinerary

Keperluan Pribadi

Transportasi ke Meeting Point atau dari Ending Point

Travel insurance tambahan (bila traveling lebih dari H+3 hari dari kota asal)

.
OPTIONAL

Akomodasi hotel di Malang

 

HOTEL

 

Blitar         : Hotel Santika Blitar atau sekelasnya (twin/triple sharing)

Malang     : Hotel Santika Premier Malang atau sekelasnya (twin/triple sharing) (Hotel ini adalah optional)

 

*triple sharing hanya jika jumlah pesertanya ganjil

**Tersedia pilihan Single Supplement/Sekamar sendiri dengan tambahan biaya (IDR 650.000/orang untuk 2 malam)

TERMS & CONDITIONS

 

Keberangkatan Minimal 22 Pax. Jika quota tidak terkumpul tour dapat dibatalkan oleh WALK INDIES dan biaya yang terbayar akan dikembalikan

Jadwal perjalanan dapat berubah sesuai dengan kondisi demi kelancaran pelaksanaan tour.
.

Kepastian akhir berangkatnya diumumkan paling lambat 21 hari sebelum hari tour atau bisa lebih cepat jika sudah terkumpul. Mohon untuk memperhatikan hal ini sebelum melakukan reservasi pesawat/kereta menuju lokasi. 

.

Apabila terjadi force majeur karena bencana alam, kerusuhan, suasana mencekam dan lain-lain, WALK INDIES tidak bertanggung jawab dalam pengembalian biaya atas service yang sudah dibayarkan dan tidak digunakan dan biaya tour tidak termasuk biaya pengeluaran tambahan yang disebabkan oleh force majeur.

.

Produk travel Insurance yang termasuk di dalam biaya tour adalah Domestik – Nusantara 2 (1-4 hari) – New Travel Safe dari Asuransi ACA. Klik di sini untuk membaca nilai manfaat dari travel insurance ini.

* Batas umur pemegang polis adalah 85 tahun. Jika berumur 85 tahun dan ke atas, maka polis ini tidak dapat digunakan dan biaya polis akan di-cashback ke peserta di atas umur 85 tahun. Mohon melakukan pengaturan sendiri untuk travel insurance-nya.

* Travel insurance ini tidak berlaku jika peserta adalah penduduk dari kota-kota yang dituju sebagai destinasi tour.

Maka polis ini tidak dapat digunakan dan biaya polis akan di-cashback ke peserta yang berasal dari kota tujuan. Mohon melakukan pengaturan sendiri untuk travel insurance-nya.

* Jika akan extend sebelum dan sesudah hari tour, mohon menginformasikan kepada kami karena terdapat biaya travel insurance tambahan jika travel lebih dari H+3 hari dari kota asal.

* Pengantian kerugian sangat bergantung pada penilaian dari pihak asuransi.

.

KEBIJAKAN REFUND

*Skema penalty yang akan dikenakan jika melakukan refund :

>= 30 hari sebelum tour      : 50% penalty fee dari total biaya tour

29 – 14 hari sebelum tour    : 70% penalty fee dari total biaya tour

<=  13 hari sebelum tour   : 100% penalty fee dari total biaya tour

.

*Jika tidak bisa berangkat lebih baik dioper ke orang lain (tidak terkena biaya – dapat dilakukan sampai H – 72 jam sebelum keberangkatan)

MEETING POINT

Meeting Point:

Jumat, 24 April 2026 

 

Kota Surabaya (location to be advised) – jam 07:00 WIB

Stasiun Gubeng     – jam 07:20 WIB

Bandara Juanda    –  jam 08:25 WIB

FINISHING POINT

Bandara Juanda Surabaya

Finish Point :

Minggu, 26 April 2026 

 

Bandara Juanda   – jam 17:15 WIB

Stasiun Gubeng   – jam 18:15 WIB

Additional information

Pembayaran Full / Down Payment

Full, Down Payment

Opsi Hotel 1 malam di Malang

Termasuk, Tidak termasuk

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Purwakala di Dhaha & Singosari (Kediri, Blitar & Malang Historical Tour) – 24-26 April 2026 (3D2N)”

Your email address will not be published. Required fields are marked *