Minibus Tour – Kisah dari Bantaran Sungai Pakuan – 9 Agustus 2025
Pada tahun 1863 di bantaran sungai Ciaruteun, anak sungai Cisadane, ditemukan sebuah batu besar dengan ukiran aksara huruf pallawa. Batu tersebut kelak kita kenal sebagai Prasasti Ciaruteun. Penemuan ini membuka wawasan Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (Perkumpulan Ilmu Pengetahuan Hindia Belanda) tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara pada abad 4 sampai 7 Masehi. Dalam prasasti tersebut juga terdapat telapak kaki Purnawarman, raja Tarumanegara yang ditulis sebagai raja yang gagah berani dan merupakan penjelamaan dewa Wisnu.
Tidak jauh dari lokasi tersebut, ada situs cagar budaya sejarah yang berupa perbukitan yang dihuni oleh manusia masa logam awal. Di sini ditemukan alat-alat dan benda-benda yang digunakan oleh manusia purba pada masa prasejarah, lalu artefak berupa alat pertanian yang digunakan untuk mendukung kegiatan agraris. Bukit ini juga menjadi saksi sejarah perang dunia kedua dengan ditemukannya parit-parit yang digunakan Belanda sebagai pertahanan militer saat pertempuran melawan tentara Jepang. Di sekitar museum tersebut juga terdapat Monumen Peringatan Tjianten di Leuwiliang untuk memperingati pasukan Jepang yang gugur saat menghadapi tentara Sekutu.
Ratusan tahun yang lalu, daerah Kabupaten Bogor ini banyak dikuasai oleh tuan tanah dari keluarga Van Motman sebagai tanah partikelir. Dalam perjalanan ini kita juga akan mengunjungi Mausoleum dari keluarga Van Motman di Leuwisadeng. Kompleks makam ini adalah tempat peristirahatan terakhir dari keturunan dari pejabat VOC yang juga adalah residen Priangan yang pertama, yaitu Gerrit Willem Casimir Van Motman.
Mari berpetualang ke daerah Kabupaten Bogor yang punya nilai sejarah panjang dari awal peradaban di tanah Sunda di hari Sabtu tanggal 9 Agustus 2025. Tandai kalendermu untuk menjelajah bersama kami. Dapatkan detail lebih lanjut dan daftarkan diri anda melalui link in bio kami.