Sale

Walking Tour – de Nieuwe Poort (St Kota & Jacatraweg area) – 10 Des

Rp 215.000 Rp 185.000

(Tour ini dipindahkan dari hari Minggu menjadi hari Sabtu tanggal 10 Desember untuk kunjungan ke Gereja Sion)

 

Jalan Pangeran Jayakarta dahulunya disebut Jacatra Weg yang merupakan perumahan elite di luar tembok kota Batavia, dimana terdapat rumah Pieter Erbeveld dan Gubenur Jendral Zwaardecroon yang saling berkonflik sampai terjadinya peristiwa Pecah Kulit di tahun 1722. Kawasan Pangeran Jayakarta pula dahulu merupakan tanah luas di mana dimakamkan Kapten Tionghoa pertama di Batavia yang diangkat oleh JP Coen untuk memimpin komunitas TIonghoa membangun kanal, tembok-tembok, dan kastil. Namanya adalah Souw Beng Kong.

 

Dengan masuknya kereta api ke Batavia, konsesi kereta api pertama kali diberikan kepada 2 perusahaan besar swasta, BEOS (mengarap pengerjaan koneksi ke Bekasi) dan NISM (mengarap pengerjaan koneksi ke Bogor). Oleh karena adanya 2 perusahaan kereta api tersebut sehingga di Kota Tua terdapat dua stasiun kereta. Sehingga orang yang hendak ke Bogor dari Bekasi harus pindah stasiun di Kota Tua. Stasiun NISM (Batavia Utara) sekarang sudah tiada sejak tahun 1920-an namun kita masih dapat mengobservasi jembatan kereta api dari jalur tersebut.

 

Tak jauh dari bekas tembok kota Batavia sisi Selatan (lokasi Stasiun BEOS) terdapat gereja tua yang masih berdiri sampai sekarang dari tahun 1695, Gereja Sion. Gereja untuk komunitas berbahasa Portugis di luar tembok kota, dimana dahulu terdapat makam untuk kalangan menengah ke bawah. Gereja memiliki ornamen baroque termasuk mimbar yang beratap kanopi dengan pilar dan orgel pipa.

 

Perjalanan akan berakhir dengan kita masuk ke garis imajiner perbatasan tembok kota Batavia menuju ke Jalan Pintu Besar ke bekas lokasi Rumah Sakit Dalam Kota (Binnenhospital) yang menjadi kantor bank sentral yang meregulasi peredaran uang di Hindia Belanda sejak abad 19. Museum ini mememiliki beberapa simbol kejayaan perdagangan Hindia dari tanam paksa dan ada beberapa ornamen Jawa untuk menguatkan simbol nama badan tersebut, De Javasche Bank.

 

Dalam waktu kurang lebih 3 jam kita akan berjalan kaki menyusuri daerah perbatasan sisi selatan Tembok Kota Batavia.  Walking tour ini akan dilaksanakan dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan membatasi jumlah peserta dan mewajibkan Physical Distancing antar peserta, memakai masker. Wajib vaksin minimal 3 kali dan sudah memiliki apps Peduli Lindungi.

 

Silakan membuka link di bio kami untuk info lebih lanjut dan mendaftar. Sampai bertemu di Jacatraweg!

Discount:
  • December 10, 2022
Clear

Special offer

Description

Tour Date
Sabtu, 10 Desember 2022
Group Jam 08:30 WIB
PRICE
PRESALE
Rp 185,000/pax
RSVP sampai tanggal 07 Desember
NORMAL
Rp 215,000/pax
Duration
max. 3 jam
Distance
4 km Walking Tour + Kereta KRL Commuterline

HIGHLIGHTS

 

Napak tilas ke makam Kapten Tionghoa pertama di Batavia

Naik kereta dari St Pangeran Jayakarta menuju BEOS

Eksplorasi Stasiun BEOS yang merupakan stasiun di Batavia Selatan

Melihat bekas rel kereta api dari Stasiun Batavia Utara (milik perusahaan NIS)

Mengunjungi Gereja Portugis Sion yang merupakan gereja tertua yang masih berdiri di Jakarta

Mengunjungi Museum Bank Indonesia, salah satu museum terbaik di Indonesia, bekas rumah sakit dalam Tembok Batavia

Berjalan menyusuri tata kota dan arsitektural zaman kolonial Belanda pada abad 17-18 yang masih tersisa di Kota Tua

 

Disclaimer:

Itinerary dapat berubah tergantung kondisi dan situasi di lapangan & Sehubungan masih dalam masa PPKM maka beberapa tempat umum yang akan dikunjungi mungkin masih ditutup (tergantung peraturan pemerintah setempat) jika begitu maka akan tetap ada penjelasan dari luar.

INCLUSIONS

 

INCLUSIONS

Guide profesional

Tiket masuk tempat wisata 

Air mineral  

Pocket map

 

EXCLUSIONS

Pengeluaran Pribadi

Travel Insurance

Tiket KRL Commuterline (*Kartu Bank yang berlaku; Brizzi, Flazz, TapCash, e-Money)

Transportasi kembali ke meeting point

TERMS & CONDITIONS

New Normal Protocol:

Jumlah peserta dibatasi hanya 12 peserta dalam 1 group dengan kondisi wajib sehat saat tur

Peserta wajib sudah divaksin setidaknya 3 kali dan peserta wajib memiliki dan menyiapkan apps Peduli Lindungi

Peserta akan dicek suhu badan

Peserta diwajibkan menjaga jarak serta wajib menggunakan masker selama tur.

Anak-anak yang sudah divaksin 2 kali dapat mengikuti tour.

 

Tur akan tetap dilaksanakan baik dalam kondisi cerah maupun hujan.

Tur akan dibawakan dalam Bahasa Indonesia.

Kami menyarankan untuk membawa perlengkapan tambahan seperti sunblock, payung, jaket hujan dan perlengkapan pribadi lainnya.

Mohon menjaga barang pribadi yang menjadi tanggung jawab masing-masing, segala bentuk kehilangan bukan menjadi tanggung jawab penyelenggara.

 

Tour ini tidak direkomendasikan / cocok untuk kursi roda dan kereta bayi.

Wanita yang sedang hamil diharapkan untuk mengkonfirmasi terlebih dahulu.

 

RESHEDULE & REFUND POLICY

Tour tidak dapat direfund kecuali ada pembatalan dari pihak WALK INDIES.

Tur hanya akan dibatalkan jika tidak mencapai minimal peserta, dengan begitu biaya tur akan dikembalikan sepenuhnya.

Itinerary dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi dan kondisi di lapangan.

 

Tour dapat direschedule secara free/gratis paling lambat konfirmasi 10 hari sebelum tanggal tour

Jika dalam kurun waktu kurang dari 10 hari sebelum tanggal tour sampai 1X24 jam, peserta ingin direschedule, dikenakan biaya reschedule sebesar IDR 100.000/orang.

Jika kurang dari 1X24 jam sebelum tanggal tour, peserta ingin direschedule dianggap melakukan pembelian baru (tidak dapat direschedule).

MEETING POINT

Stasiun Pangeran Jayakarta

Meeting Point: Stasiun Jayakarta

FINISHING POINT

Museum Bank Indonesia

Finishing Point: Museum Bank Indonesia

Additional information

Jadwal

Group Jam 08:00 WIB, Group Jam 08:30 WIB, Group Jam 09:00 WIB

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Walking Tour – de Nieuwe Poort (St Kota & Jacatraweg area) – 10 Des”

Your email address will not be published. Required fields are marked *