Walking Tour – Tanah Dua Belas Marga (Depok Lama) – 09 Mar 2024
Rp 219.000
Di akhir abad ke 17, tuan tanah kaya bernama Cornelis Chastelein membeli tanah sekitar 30 km ke arah selatan dari kota Batavia. Ia menyingkir dari hiruk pikuk kota dalam benteng karena pertentangan moral dan politik dengan elite. Di tanah yang kelak bernama Depok ini ia membawa pula budak-budak yang beberapa di antaranya berasal dari Maluku, Sunda, Bali, Mardjikers untuk bekerja di perkebunan.
Peraturan VOC di masa itu menyatakan bahwa budak-budak dapat dimerdekakan bila mereka memeluk agama Protestan. Untuk memerdekakan budak-budaknya kelak, mereka menjadi pemeluk Protestan (ada pula yang tadi beragama Katolik Roma) dan menjadi salah satu jemaat Protestan orang Indonesia asli yang terawal. Pada saat Chastelein meninggal, ia mewasiatkan memberi tanah komunal kepada dua belas keluarga budaknya dan membebaskan mereka. Kelak dua belas marga ini yang mengurus tanah-tanah warisan ini di Depok dengan sistem presidium.
Di Depok Lama, daerah Jalan Pemuda masih banyak terdapat bangunan cagar budaya peninggalan dua belas marga orang Depok, seperti tugu Chastelein, bekas rumah Presiden Depok, bekas sekolah ELS (Europeschee Lagere School), bekas rumah pastori Gereja Masehi Depok yang sekarang menjadi kantor Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC), dan gedung gereja GPIB Immanuel Depok yang sudah berdiri secara permanen sejak 1854. Perjalanan kali ini akan berakhir di satu kafe milik keluarga Depok (Tante Thea Snoephuis) di rumah tempo dulu yang menyajikan kudapan nostalgia seperti popertjes dan klapertaart.
Mari jelajahi kawasan bersejarah di Depok bersama WALK INDIES di hari Sabtu tanggal 09 Maret pagi. Reservasi via link di profile bio Instagram atau website walkindies.com
(Perjalanan ini tidak ke Landhuis Cimanggis)
Reviews
There are no reviews yet.